would you let me see beneath your beautiful?

aku ingin mengangkasa denganmu,
picisan,
ala-ala romantisme pinggir jalan.
roti bakar berdua dan secangkir kopi di bawah tenda.
senyummu leleh di semangkuk indomie-telur-kornet-keju-bon cabe.
aku tidak mau malam membawamu pergi begitu saja bersama kantuk.
aku akan membacakan puisi kacangan dari koran pembungkus kacang yang dibeli terburu-buru sesudah hujan.
terkesima.
ada banyak yang tidak bisa kuutarakan.
langit luas dan hatimu tidak ada batasnya.
seharusnya kita bisa meminta apa saja.
bahkan untuk semangkuk indomie tambahan atau segelas air putih untuk meredakan segala gelora.
tapi apa bisa aku memintamu untuk selalu ada?
tidak.
maka aku akan meresapi semuanya,
perlahan.

malam ini abadi,
di dalam warung remang-remang.
matamu, terang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s