Aku (hanya) Mau Pulang

Tahan air matamu ya,
jangan menangis.

Aku (hanya) mau pulang,
bukan menghilang.

Sebab aku –juga air mata yang sekiranya berhasil kamu tahan– akan jatuh dari langit sebagai hujan, menderas seperti rindu, menyapamu, lalu membawakan pelangi.
Dan bau tanah sesudahnya adalah perayaan kita, bahwa di atas dan di bawah tetap terikat doa.

Aku (hanya) mau pulang,
bukan menghilang.
Hidup selamanya setelah hidup: abadi (di hatimu).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s