Sebuah Bintang dan Setangkai Mawar

Sebuah bintang yang cahayanya menembus datang pada malam hari. Seperti langit yang ditinggikan, bintang berada di atas sana untuk sebuah tujuan. Tentang sesuatu yang tampak namun tak dapat terengkuh.

Bintang tak pernah bersuara, namun dari riuh gugusannya ada begitu senyap di situ. Sebanyak apapun, bintang bersinar pada masing-masing bentangnya tanpa saling menyapa. Seperti sepinya semesta, malam yang menelan banyak kata ke dalam hati dan pikiran.

Setidaknya, itulah yang ada di benak setangkai mawar saat melihat sang bintang di langit sana. Bintang baginya terlihat sangat megah namun kedinginan. Bintang bersinar seperti penuh kehangatan namun ternyata menggigil kesepian. Bintang seolah turun ke bumi untuk memenuhi keinginan namun sebenarnya mencari yang dapat dibawanya ke atas sana untuk menemani. Mungkin itu sebabnya banyak bintang mati di bumi karena bumi tak lagi menumbuhkan ketulusan. Bintang tahu banyak tentang ketulusan karena dia mampu mendengar doa-doa yang terbang ke langitnya.

Setangkai mawar yang berharap memiliki sayap untuk mengangkasa. Setangkai mawar yang dalam doanya diam-diam mendaraskan permohonan agar sang bintang sekali saja melihat dirinya dan mengetahui dia ada untuk sang bintang. Tapi setangkai mawar tahu, pada jarak, pada waktu, pada semua yang tertuliskan, sebanyak apapun doanya, jika semesta tak mengizinkan, takdirnya hanyalah memandangi keindahan bintang, tetap di tempatnya tanpa sang bintang mengetahuinya.

Mungkin semesta berjalan seperti itu, beberapa hanya mampu mengagumi diam-diam, beberapa hanya dapat menyimpan semuanya dalam-dalam. Beberapa diharuskan tetap di kejauhannya tanpa sekalipun dipertemukan.

Bintang selalu luar biasa dengan caranya sendiri. Sedangkan setangkai mawar penuh duri. Walaupun dipertemukan dengan sang bintang, setangkai mawar tak mampu dan tak mau memeluk sang bintang karena takut melukai.

Saat malam mulai kehilangan gelap dan bintang lesap, setangkai mawar tetap berdoa, agar pada malam berikutnya sang bintang berbahagia, tak lagi sepi dan kedinginan di atas sana. Setangkai mawar hanya berharap dirinya tetap bisa di tempatnya setia memandangi sang bintang.

Pada sebuah bintang, setangkai mawar memahami kesunyian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s