Puisi Pergi

Puisi pergi pada malam yang paling sepi.
Dari matamu, seperti rintik yang tak pernah berhenti.
Puisi pergi membaca dirinya sendiri, menemukan jalan pulangnya.
Kembali ke hatimu, untuk kemudian jatuh lagi dituliskan kesunyian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s