Hujan dan Rindu

Hujan melarungkan rindu, seperti anak panah yang melesat, yang lepas dan tak pernah kembali lekas. Hujan melarang rindu berenang dalam-dalam. Sebab terkadang, rindu yang diam-diam terlalu dalam, kadung menenggelamkan senyuman.

Kata hujan, rindu yang baik tahu jalan pulang. Rindu yang baik, menempa dirinya dengan ketabahan, dia tetap akan pulang dengan jawaban, berpasangan atau tak terbalaskan. Serupa hujan yang jatuh, meluruh, menempuh perjalanannya menjadi hujan yang kembali utuh. Rindu akan tumbuh, dari setiap pertemuan dan perpisahan. Dari awal permulaan bahkan sebuah akhir kisah.

Hujan akan selalu jadi alasan menghadirkan rindu dan rindu yang tak tersampaikan mampu menghasilkan hujan penuh pilu. Di pelupukmu, hujan pernah kutahan. Di pelukku, matamu kebasahan. Sepasang rindu yang kelamaan, yang sama memanggil namun jatuh di lain pelukan, lalu kembali pulang.

Padaku dan padamu, hujan dan rindu sama derasnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s