Untukmu Jane

Dear Jane..

Jane, mudah-mudahan kamu tak kaget menerima dan membaca surat dariku ini. Surat ini kutuliskan untukmu dengan tergesa-gesa, rasanya aku tak punya banyak waktu. Tapi semoga aku bisa menuliskannya sampai ke akhir kisahku.

Jane, ada yang perlu kamu ketahui, beberapa hari ini aku seperti diburu sesuatu, dia seperti mengintaiku, siap menghabisiku setiap saat. Bahkan aku takut dia mengetahui bahwa aku menulis surat ini untukmu dan mencegahnya sampai di tempatmu.

Seminggu yang lalu, tepat setahun setelah perpisahan kita. Setahun yang penuh kekosongan Jane, setiap perjalanan yang aku tempuh tanpamu hanya menambah kekosonganku. Seminggu yang lalu, aku menemukan sesuatu yang baru, sesuatu yang menghidupkanku lagi. Tidak pernah bisa mengisi kekosonganku memang, tapi setidaknya membuatku melayang melupakan semua kepenatanku.

Aku dibuatnya seakan-akan kembali kepada saat-saat kita bersama. Seperti senja waktu itu, saat hujan deras turun. Gemuruh yang menutupi desahan-desahan kita. Kamu di pelukanku, berpeluh di situ. Bibirmu menghangatkanku di seluruh penjuru langit-langit mulutku dan aku menikmati keindahan setiap lekuk tubuhmu. Dia yang datang seminggu lalu membawakanku kenikmatan serupa itu. Ya Jane, kenikmatan yang menjadi kesalahan-kesalahan kita. Dosa, katamu. Kita hanyalah dosa, sahutku. Dan sayangnya, kita mengulang dosa itu berkali-kali. Sesuatu yang memaksa kita berpisah.

Di lain waktu, dia menjadikanku seperti seorang penerbang terhebat, pilot paling gagah di dunia ini. Mampu menerbangkan pesawat terbagus yang pernah ada, meliuk-liukkannya di angkasa, lalu mendaratkannya dengan sempurna, mengantarkannya ke dalam hanggar yang sangat indah.

Dia juga pernah menghadirkan surga untukku. Katanya, surga memiliki sungai-sungai yang mengalir di bawahnya. Sungai yang membawa ketenangan yang tidak ada duanya. Sama seperti kamu yang terlelap di lenganku Jane, wajah pulasmu adalah kedamaian tak terkira bagiku.

Jane, dia mengajakku berkelana kemana saja yang aku mau. Membawaku kepada kisah-kisah yang semuanya berakhir indah. Sampai pada dua hari terakhir ini. Dia berbalik memburuku, memburu seakan-akan dia adalah sang raja hutan dan akulah satu-satunya makanannya yang bisa membuat dia bertahan hidup. Tatapan yang menyakitkan, yang membuat seluruh tubuh kaku. Menghabisi dirinya atau menunggu aku yang dihabisi olehnya. Aku tak lagi bisa mengendalikannya. Dia ada di mana-mana. Setiap saat dia bisa saja membunuhku sekali tebas, bahkan sekarangpun dia sedang membunuhku perlahan-lahan.

Jane, aku tidak pernah menyangka akan seperti ini. Kesalahan-kesalahan kita, dosa-dosa kita, perpisahan setahun yang lalu, kekosonganku, rinduku untukmu, ketakutan-ketakutanku terhadap orang-orang yang baru, semua itu membawaku kepadanya. Entah bagaimana aku harus menuliskannya, aku sungguh malu, mungkin bagi sebagian orang lainnya ini adalah hal biasa, hal lumrah yang tidak perlu lagi malu-malu untuk dikatakan. Tapi kamu harus tahu tentang ini, masalahku berawal dari situ. Jane, aku bermain-main dengannya, bermain-main dengan kelaminku sendiri. Terlena di situ. Dengan tanganku sendiri, tangan yang sama yang pernah mengenggam erat tanganmu, tangan yang menghapus air matamu, tangan yang menuliskan surat ini.

Dua hari ini aku diburu ketakutan, diburu dosa-dosaku, diburu diriku yang di dalam situ. Ya Jane, semenjak itu aku berhenti bermain-main lagi dengannya. Meski dia seperti selalu membujukku.
Jane, kamu tahu, mungkin bagi yang lain ini hal yang biasa, seperti seorang anak kecil menemukan mainan milik temannya, bermain-main tanpa lelah, lalu ketahuan karena telah mengambilnya. Anak kecil itu akan menangis sekencang-kencangnya bukan hanya karena malu dan dimarahi, tapi juga karena mainannya direbut kembali. Tapi lalu dia akan meneruskan lagi mencari permainan barunya, melupakan hal sebelumnya. Jane, anak kecil mungkin belum mengenal dosa, tapi aku sudah tahu akan itu. Tangis-tangis yang kulakukan diam-diam itu tak berhasil meredam semua dosa dan penyesalanku. Serapuh-rapuhnya aku.

Jane, sekali lagi, mungkin ini memang hal biasa bagi orang lain, tapi tidak untukku. Kamu boleh bilang aku terlalu berlebihan, aku terima itu. Saat aku kosong dan kesepian, aku berusaha mencari kebahagiaanku sendiri dengan cara yang salah, semu. Aku hanya menambah kesakitan di diriku sendiri. Kebahagiaan, sekecil apapun itu, seharusnya tidak didatangkan dengan menyakiti siapapun, bahkan diri sendiri. Senyum sederhanamu itu selalu sempurna membahagiakanku, senyum yang tulus tidak pernah menyakiti siapapun yang melihatnya, mungkin seharusnya bahagia seperti itu.

Jane, aku harus memulai hidup baru, mengisi semua kekosongan-kekosongan itu. Memaafkan diriku, memaafkan dirimu. Tidak, aku tidak menyalahkanmu, selepas kepergianmu, semua adalah kesalahanku, aku yang terlalu larut dalam kesedihan.
Aku menulis ini karena kupikir kamu harus tahu, berharap kamu mau memaafkanku. Maukah kamu memaafkanku, Jane? Menyelesaikan yang tertinggal dan tak pernah terucap di antara kita. Menemukan bahagia yang sesungguhnya. Berdamai dengan kamu, dengan diriku sendiri, dengan dia, yang selalu mengintaiku, diriku yang satu lagi yang ketakutan dan penuh perasaan bersalah.

Ternyata surat ini sampai juga kepada akhirnya.
Kalaupun surat ini tak sampai kepadamu Jane, aku pernah menuliskannya. Namun sayangnya, dia, diriku yang satu lagi itu, terlalu malu untuk diketahui kamu, menahanku mengirimkan surat ini. Aku akan mengajaknya berbicara nanti, berdamai dengan dirinya. Demi dia dan juga aku karena kami sebenarnya satu.
Doakan aku ya Jane.

Salam,
Aku.

maaf aku tak pernah menuliskan surat cinta untukmu Jane selama kita bersama, surat ini mewakili banyak rindu dariku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s