Sebuah Jawaban

Hai teman, aku baru saja membaca suratmu di hari kedelapan. Surat yang berisi kalimat-kalimat. Permainan kata. Sudah adakah yang membalasnya? Aku berusaha memecahkannya untukmu. Apa kamu sudah berhasil menemukan jawabannya? Ini hasil analisa iseng-isengku.

Kata Chairil, dia binatang jalang, sebuah ego yang ingin hidup seratus tahun lagi.

Chairil itu maksudnya, Chairil Anwar kan? Satu-satunya puisi dia yang menyebutkan binatang jalang adalah “Aku”. Aku ingin hidup seratus tahun lagi. Jadi kalimat pertama itu mengisyaratkan akan aku.

Ada pada bayang, pada mayang, pada dayang, lalu mengenakan es di tubuhnya.

Yang sama pada bayang, mayang, dan dayang itu ayang? Lalu mengenakan es di tubuhnya. Es itu huruf s sepertinya. Ayang dan s, sayang?

Yang diajak bicara, yang disabdakan dewa sebagai satu-satunya.

Aku googling ini, yang diajak bicara itu arti dari kata kamu. Tapi kemudian aku bingung pada kalimat yang disabdakan dewa sebagai satu-satunya. Kamulah satu-satunya? Dewa memang punya satu judul lagu seperti itu. Sepertinya kalimat ini memang mengacu pada kata kamu.

Sesuatu yang hinggap pada hinggap dan sehingga, menjadi batas.

Permainan kata-kata lagi, ada pada hinggap dan sehingga, itu hingga. Batas dapat diartikan sebagai hingga.

Detik-detik di dada kiri, mendegup irama jantung, -milikku.

Aku yakin ini jawabannya adalah detak, namun aku bingung dengan kata -milikku. Apa mungkin ini berarti detakku?

Tak bergerak, yang diakhir November dan Desember menyatukan hentak tanpa tak dengan pasti yang tak pernah (selalu saja kehilangan) pas.

Tak bergerak itu berhenti. Kata-kata selanjutnya menjelaskan tentang itu. Di akhir November dan Desember ada ber, hentak tanpa tak adalah hen, pasti yang kehilangan pas adalah ti, jika disatukan menjadi berhenti.

“Aku sayang kamu hingga detakku berhenti.”

Itu isi pesan suratnya.
Aneh ya, beberapa orang memang sulit untuk mengungkapkan dan mengucapkan rasa sayangnya.

Nah, karena aku berhasil memecahkannya, kata-kata itu untukku ya.
Ah iya, aku juga sayang kamu hingga detakku berhenti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s