Satu Hari Lagi

Hai Hime..
Hari ini, langit masih mendung dan menumpahkan hujan. Aku dan kamu dengan kekeliruan sisa semalam. Setengah hari berlalu penuh salah paham.

Hari ini, seharusnya penuh senyuman untukmu. Tapi aku malah merusaknya dengan pertengkaran.
Kamu bilang, aku yang marah, aku yang salah paham. Iya, kamu benar, aku yang selalu salah, selalu tidak bisa menerima keputusanmu. Aku tahu, berapa banyak maaf yang sudah terucap pun tidak bisa memperbaikinya (aku tak akan melakukan pembenaran, aku yang salah, aku minta maaf).

Hime..
Maaf untuk semuanya.
Maaf harus di hari ini, satu hari sebelum ulang tahunmu.
Tapi, aku tak mau lagi menjadi alasanmu menjatuhkan air matamu. Sedangkan membahagiakanmu, aku tak tahu lagi caranya.
Aku tak tahu lagi bagaimana cara merengkuhmu.
Entah kamu yang menjauh entah aku yang melangkah mundur.
Bahwa selama separuh lebih perjalanan kita adalah bahagia, namun selama apapun itu, tidak akan pernah ada selamanya. Dan ada kalanya hati diikatkan hanya untuk belajar melepaskan. Mungkin ini saatnya. Sebab hati tahu kapan harus berhenti. (semoga selepas ini, seluruhmu akan lebih baik dari ini)

: satu hari lagi, seharusnya aku menabung rindu dan doa sebanyak-banyaknya untuk hari bahagiamu, bukan air mata.

Hari ini dingin, lebih dingin dari sederas-derasnya hujan (wipe your eyes, Hime)..

.:pembelamu nomor satu.

ps: seharusnya yang kutulis ini adalah surat yang membuatmu tersenyum sesudah membacanya, bukan bersedih. Namun sedih, adalah cara Tuhan mengajarkan cintanya dalam bentuk yang lain bukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s